Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Publisher vs Advertiser: Kamu Masuk yang Mana?

“Di Adsterra ada dua tipe orang. Kamu yang mana?”

Kalau elu baru kenal dunia advertising dan monetisasi, istilah Publisher dan Advertiser mungkin kelihatannya ribet. Padahal kalau dijelasin dengan bahasa sederhana, bedanya gampang banget.

Bayangin ada orang yang punya traffic dan ada orang yang membutuhkan traffic.

Nah, di situlah dua posisi ini ketemu.

Publisher adalah pihak yang punya traffic atau tempat untuk menampilkan iklan. Sedangkan Advertiser adalah pihak yang ingin mempromosikan produk, layanan, aplikasi, atau campaign kepada audiens. Adsterra sendiri berperan sebagai platform yang menghubungkan keduanya. (Adsterra)

Jadi sekarang coba tanyakan ke diri elu:

“Gue punya traffic, atau gue justru butuh traffic?”

Kalau elu punya website atau blog dan setiap hari ada orang yang datang membaca konten elu, kemungkinan posisi yang lebih relevan adalah Publisher.

Misalnya elu punya blog tentang teknologi. Ada ribuan orang yang datang setiap bulan untuk membaca artikel. Daripada traffic tersebut cuma datang, baca artikel, kemudian pergi, elu bisa memanfaatkannya untuk monetisasi melalui iklan.

Sebagai Publisher, elu menyediakan ruang atau traffic untuk iklan. Iklan kemudian ditampilkan kepada audiens, dan elu berpotensi mendapatkan penghasilan berdasarkan model pembayaran dan aktivitas iklan yang berlaku. (Adsterra)

Sederhananya:

Elu punya traffic → pasang iklan → traffic melihat atau berinteraksi dengan iklan → elu mendapatkan potensi penghasilan.

Nah, sekarang kita balik posisinya.

Kalau elu punya bisnis, produk, aplikasi, jasa, atau campaign yang ingin dikenalkan ke lebih banyak orang, elu bisa masuk sebagai Advertiser.

Contohnya elu punya aplikasi baru dan ingin mendapatkan lebih banyak pengguna. Masalahnya, elu belum punya audiens yang cukup besar.

Daripada menunggu orang menemukan aplikasi elu secara organik, elu bisa menjalankan campaign advertising untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Sebagai Advertiser, elu mengeluarkan budget untuk membeli traffic atau mendapatkan exposure bagi campaign elu. Di Adsterra, advertiser dapat mengatur campaign seperti targeting, budget, format iklan, dan parameter lainnya sesuai kebutuhan campaign. (Adsterra)

Jadi gampangnya:

Elu punya produk atau campaign → butuh audiens → pasang iklan → mendapatkan traffic → traffic tersebut diarahkan ke campaign elu.

Terus duitnya muter ke mana?

Nah, ini bagian yang menarik.

Advertiser mengeluarkan budget untuk menjalankan iklan. Traffic tersebut kemudian disalurkan melalui ekosistem advertising ke audiens. Publisher menyediakan traffic atau ruang iklan yang bisa digunakan untuk menampilkan campaign.

Dari sinilah terbentuk hubungan antara keduanya.

Advertiser membeli traffic. Publisher menyediakan traffic. Ad network menjadi penghubungnya.

Tapi jangan salah paham. Bukan berarti Publisher tinggal pasang iklan lalu otomatis mendapatkan uang besar. Begitu juga Advertiser bukan berarti keluar uang lalu otomatis mendapatkan keuntungan.

Keduanya tetap harus mengoptimalkan performanya.

Publisher perlu memperhatikan kualitas traffic, sumber pengunjung, format iklan, penempatan iklan, dan data penghasilan. Sementara Advertiser perlu memperhatikan targeting, biaya campaign, kualitas traffic, conversion, dan hasil akhirnya. (Adsterra)

Makanya kalau ada orang bilang, “Gue punya traffic banyak, berarti pasti cuan besar,” belum tentu.

Traffic memang penting, tetapi kualitas dan karakter audiens juga punya pengaruh.

Begitu juga kalau Advertiser bilang, “Gue sudah pasang iklan, kenapa belum untung?”

Karena advertising bukan sekadar memasang iklan lalu menunggu uang masuk. Campaign perlu diuji, datanya dilihat, kemudian dioptimalkan.

Nah, sekarang kembali ke pertanyaan awal.

Kamu masuk yang mana?

Kalau elu punya website, blog, aplikasi, atau sumber traffic dan ingin memonetisasinya, coba pelajari sisi Publisher.

Kalau elu punya produk, bisnis, aplikasi, atau campaign dan ingin mendapatkan traffic untuk promosi, coba pelajari sisi Advertiser.

Dan kalau elu masih bingung, sebenarnya nggak masalah. Mulai aja dari kebutuhan elu sekarang.

Punya traffic? Pelajari monetisasi.

Butuh traffic? Pelajari advertising.

Kalau mau lihat langsung bagaimana kedua sisi ini bekerja, elu bisa kenalan dengan Adsterra melalui Adsterra.com.

Karena pada akhirnya, Publisher dan Advertiser itu bukan dua hal yang saling bertentangan.

Mereka justru berada di dua sisi yang berbeda dalam satu ekosistem.

Satu punya traffic. Satu membutuhkan traffic. Dan di tengahnya ada advertising.

Post a Comment for "Publisher vs Advertiser: Kamu Masuk yang Mana?"

banner